Detail Berita Johorejo

GLADIATOR PEMBANGUNAN DESA JOHOREJO

Berjalan tegak, mata tidak berkedip dengan derap langkah bruk, bruk, bruk saat memakai sepatu boots, adalah ciri khas pria kelahiran Kendal, 4/8/1977 ketika ikut terlibat dalam proyek pembangunan di Desa Johorejo.

Suaranya yang lantang ikut mewarnai setiap komando yang ia berikan kepada pekerja yang mengerjakan proyek, lelaki yang diangkat menjadi perangkat Desa pada bulan November 2005 ini bernama Romadhon, atau yang oleh kolega kerjanya di Balaidesa akrab dipanggil Pak Dhon.

Bagi alumni STM Negeri Kendal Tahun 1996 tersebut, ikut terlibat membantu proyek Desa adalah keniscayaan, karena dia berprinsip kalau Perangkat Desa tidak turun langsung dan hanya mengandalkan pekerja, niscaya pekerjaannya tidak terkontrol, apalagi kalau masyarakat ikut gotong royong tetapi perangkat Desa berpangku tangan, menurutnya, apa kata dunia?.

Sebagai warga asli Desa Johorejo, suami dari Sutriyah ini ternyata pernah merantau di Kampung Jawa, Desa Olak Kemang, Kec. Danau Teluk, Dati II Jambi, antara tahun 1982 sampai tahun 1988.

Pengalaman hidupnya yang berwarna baik susah maupun senang membawa ayah 2 putri ini, Nur Kholifatur Rizkiyah dan Dwi Nur Fajriyah berprinsip bahwa pendidikan adalah kunci untuk jalan kehidupan yang baik, tidak salah jika ia sangat konsen terhadap pendidikan putri putrinya, si sulung sekarang mengenyam pendidikan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Walisongo Semarang, sedangkan yang bungsu masih di bangku Madrasah Ibtidaiyah.

Kehidupannya yang penuh tantangan memperkaya ketrampilan kerjanya, dia yang pernah menjadi Linmas Desa 1998-2005, juga punya pengalaman menjadi tukang selama 10 tahun, bahkan ketrampilan merajang tembakau juga ia miliki. Bagi sahabat-sahabatnya di Pemdes Johorejo, walaupun jabatannya sebagai Kasi Pemerintahan, tapi dia tak ubahnya adalah Gladiator pembangunan di Desa Johorejo.(SA)


Dipost : 2019-11-18 09:59:23 | Dilihat : 275