Johorejo - Bersiap Hadapi Musim Kemarau

Bersiap Hadapi Musim Kemarau

KENDAL, Senin, 17 Juni 2024.

Bulan Juni ini, sebagian besar wilayah Indonesia sudah memasuki musim kemarau, dan akan berlangsung cukup lama sampai dengan bulan September mendatang.

Kekhawatiran musim kemarau sekarang sama dengan musim kemarau tahun kemarin nampak di depan mata. Tahun kemarin sebagai akibat dari dari El Nino, musim kemarau sangat panjang dan kering, bahkan disertai suhu yang sangat panas.

Prediksi Badan Meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga mengamini kemungkinan tersebut, yakni kemarau tahun ini juga akan panjang disertai suhu yang panas.

Perlu kewaspadaan terhadap dampak musim kemarau yang panjang dan sangat kering tahun ini, terutama bencana yang menyertainya seperti kekeringan, kebajaran lahan dan hutan, inspeksi saluran pernapasan atau kebakaran di lingkungan pemukiman.

Berikut saran dari BMKG terkait apa yang harus disiapkan untuk menghadapi musim kemarau panjang tahun ini.

1. Hemat air

Musim kemarau yang panjang pasti mengakibatkan kurangnya cadangan atau persediaan air, karena sumber air menjadi kering, sungai, danau, telaga dan sejenisnya debit airnya berkurang sehingga pasokan air dengan sendirinya berkurang, maka berhemat air adalah jalan yang bijaksana.

2. Menggunakan air secukupnya 

Jalan berhemat air salah satunya dengan menggunakan air dengan hemat, tidak menggunakan air secara berlebihan, uindari menggunakan air untuk keperluan yang tidak perlu adalah salah satu cara untuk menghemat air, jangan biarkan keran air hidup saat air tidak digunakan juga merupakan contoh yang lain.

3. Menggunakan masker 

Saat kemarau panjang, partikel debu banyak beterbangan sehingga dengan mudah akan terhirup oleh manusia dan berpotensi mengganggu kesehatan seperti infeksi saluran pernafasan akut (Ispa), untuk menghindarinya dengan cara menggunakan masker saat berkegiatan di luar ruangan.

4. Memanfaatkan air hujan dengan menampungnya.

Jika anda mempunyai alat atau tempat penampungan air alangkah baiknya saat hujan turun digunakan untuk menyimpan air hujan tersebut dan bisa dimanfaatkan saat terjadi kekurangan air, sehingga bisa meminimalisir dampak kekurangan air saat kemarau panjang.

5. Jangan membuang putung rokok sembarangan 

Saat musim kemarau yang kering, akan banyak benda yang mudah terbakar, baik daun, kayu atau rerumputan kering. Hindari membuang putung rokok sembarangan karena akan memicu benda-benda tersebut terbakar dan jika dalam skala besar akan menjadi bencana kebakaran.

6. Lindungi diri dari penyakit rentan

Pada saat musim kemarau, beberapa penyakit rentan menjangkiti seperti influensa, Ispa dan demam berdarah. Maka tetap berperilaku sehat dan melakukan tindakan antisipatif agar kita terhindar dari penyakit yang terjadi saat musim kemarau.

Semoga bermanfaat. (SA).


Dipost : 17 Juni 2024 | Dilihat : 179

Share :